SUSUPONEWS.COM – Kota Gorontalo — Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap isu lingkungan di daerahnya. Melalui kegiatan survei lapangan yang melibatkan 10 titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Gorontalo, tim mahasiswa ini berupaya mengidentifikasi kondisi sekaligus mencari cara untuk mengoptimalkan kinerja pengelolaan sampah yang ada.
Hari ini Kamis ( 4/6/2026) Tim Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo mendatangani TPS 3R Moodu dan TPS 3R Wongkaditi Timur. Kegiatan ini dilakukan secara mendalam melalui pengamatan langsung ke lokasi, pendokumentasian kondisi fasilitas, serta sesi diskusi dan wawancara dengan para pengelola. Tujuannya adalah memetakan kondisi eksisting di lapangan serta mengungkap berbagai kendala yang menyebabkan banyak TPS3R belum dapat berfungsi secara maksimal sesuai harapan.
Dari hasil penelusuran, terungkap sejumlah akar permasalahan utama, mulai dari penentuan lokasi yang kurang strategis, jarak yang terlalu jauh dari pemukiman warga, keterbatasan sarana dan prasarana pengolahan, hingga keterbatasan dana operasional dan kendala dalam manajemen pengelolaan sehari-hari.
Ul Amri Usman, Pengelola TPS3R Kelurahan Wongkaditi Timur, mengaku sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap kajian mahasiswa ini dapat membawa perubahan positif. Ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapinya sehari-hari.
”Kami sangat berterima kasih mahasiswa UNG melakukan kajian di tempat kami. Selama ini kendala utama yang kami rasakan adalah keterbatasan alat pengolahan dan juga lokasi yang dirasakan kurang terjangkau oleh warga. Akibatnya, antusiasme warga untuk memilah dan membawa sampah ke sini belum sepenuhnya terbentuk. Kami berharap hasil kajian ini bisa memberikan solusi nyata agar tempat ini lebih hidup dan bermanfaat bagi lingkungan,” ungkap Ul Amri Usman.
Hal senada juga disampaikan oleh Dirson Lasanudin, Pengelola TPS3R Kelurahan Moodu. Menurutnya, keterbatasan anggaran dan dukungan sarana menjadi penghambat terbesar dalam mengembangkan potensi pengolahan sampah di wilayahnya.
”Keinginan kami untuk mengelola sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi itu sangat besar. Namun, kami sering terkendala dana operasional yang terbatas dan minimnya peralatan penunjang. Kami tidak bisa bekerja maksimal jika fasilitas dan biaya pemeliharaannya belum memadai. Semoga rekomendasi dari adik-adik mahasiswa ini bisa menjadi masukan penting bagi pihak terkait untuk membantu kami,” ujar Dirson Lasanudin.
Sementara itu, Muhammad Darren Khairullah Polapa, salah satu anggota tim peneliti, menjelaskan bahwa seluruh temuan di lapangan nantinya akan dianalisis secara mendalam untuk menemukan solusi yang paling tepat.
”Kami melihat potensi besar pengelolaan sampah di Kota Gorontalo, namun masih banyak kendala teknis maupun non-teknis yang menghambatnya. Melalui analisis ini, kami ingin memastikan setiap akar masalah dapat terpetakan dengan jelas. Rekomendasi yang kami susun nanti diharapkan dapat menjawab tantangan yang dialami para pengelola, sehingga TPS3R dapat beroperasi lebih optimal, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan volume sampah berkurang menuju sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” tambah Darren.
Diharapkan, hasil dari kegiatan akademik ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pengelola dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di Kota Gorontalo.( Dir )


















