SUSUPONEWS.COM – BONE BOLANGO – selasa 7 Juli 2026 Sebuah pemandangan kontras terlihat di Desa Tunggulo, Kabupaten Bone Bolango. Sebuah masjid megah bernama Masjid As-Syabirin berdiri dengan kokoh di tengah lahan luas, namun kondisinya kini sangat memprihatinkan. Masjid yang seharusnya menjadi pusat ibadah umat Muslim ini telah terbengkalai dan tidak difungsikan selama bertahun-tahun.
Hanya Digunakan Tiga Bulan
Berdasarkan penelusuran di lapangan dan keterangan dari warga setempat, Masjid As-Syabirin diketahui sudah tidak lagi digunakan sejak tahun 2018. Rival, anak dari penjaga lahan seluas hampir 10 hektare tempat masjid tersebut berdiri, menuturkan bahwa masjid ini sebenarnya sempat beroperasi, namun hanya bertahan selama tiga bulan saja.
Setelah periode singkat tersebut, aktivitas ibadah di masjid ini terhenti total, membiarkan bangunan yang megah itu tergerus waktu tanpa perawatan yang memadai.
Kaitan dengan Sutan Raja Group
Masjid As-Syabirin diketahui berdiri di atas lahan yang dikaitkan dengan mendiang Darianus Lungguk (DL) Sitorus. DL Sitorus sendiri dikenal sebagai pengusaha besar pendiri Sutan Raja Group, yang bergerak di bidang perkebunan, pendidikan, dan pemilik jaringan perhotelan ternama, termasuk Hotel Sutan Raja Kotamobagu.
Latar Belakang yang Masih Menjadi Misteri
Di tengah kondisinya yang terbengkalai, muncul berbagai narasi di masyarakat mengenai sejarah pembangunan masjid ini. Berdasarkan kesaksian warga dan informasi yang berkembang, kawasan tersebut awalnya sempat direncanakan untuk pembangunan sebuah sekolah oleh yayasan tertentu. Namun, rencana tersebut kabur setelah adanya penolakan dari sebagian elemen masyarakat, yang kemudian berujung pada keputusan untuk membangun masjid di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, latar belakang mengenai dinamika pembangunan tersebut masih berdasarkan kesaksian warga dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola lahan maupun yayasan terkait.
Harapan untuk Masa Depan
Kini, harapan baru muncul bagi Masjid As-Syabirin. Di samping area masjid, telah berdiri sebuah sekolah SMA baru yang mulai beroperasi. Keberadaan institusi pendidikan ini diharapkan menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk kembali menaruh perhatian dan
bersama-sama memakmurkan kembali Masjid As-Syabirin agar fungsinya sebagai sarana ibadah dapat kembali dirasakan oleh masyarakat sekitar.
(zulkipli Uno)


















