banner 728x250

UIN Sultan Amai Rintis Gerakan Strategis: Anak Muda Disiapkan Jadi Penggerak Masa Depan Pertanian

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM, GORONTALO UTARA—UIN Sultan Amai Gorontalo tampaknya sedang mencari bentuk baru dari pengabdian perguruan tinggi. Kali ini, kampus itu mencoba masuk lebih jauh, yakni ke masa depan pangan.

Hal itu terlihat dalam rapat antara UIN Sultan Amai Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa, 18 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Tinepo, Kantor Bupati Gorontalo Utara, membahas satu agenda yang cukup serius, pembentukan Brigade Pangan sebagai bagian dari tindak lanjut rencana bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.

banner 325x300

Cerita ini bermula dari kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Juni lalu di hadapan civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo. Saat itu, kampus masih berstatus IAIN. Beberapa waktu kemudian, tepatnya pada Juli 2026, kampus resmi berubah menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo.

Dalam kuliah umum tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan rencana bantuan paket alsintan untuk IAIN Sultan Amai. Namun bantuan itu tidak begitu saja didapatkan. Ada syarat yang harus dipenuhi, kampus harus lebih dahulu memiliki Brigade Pangan.

Brigade Pangan bukan sekadar kelompok yang dibentuk untuk memenuhi persyaratan administrasi. Pemerintah pusat memang sedang mendorong swasembada pangan, khususnya beras. Dan salah satu cara yang ditempuh adalah mengajak anak-anak muda masuk ke sektor pertanian.

Pertanian selama ini sering dibayangkan sebagai pekerjaan orang tua. Anak muda dianggap lebih tertarik pada kantor, teknologi digital, atau pekerjaan yang tidak membuat kaki berlumpur. Pemerintah ingin mengubah cara pandang itu.

UIN Sultan Amai kemudian mengambil bagian itu. Melalui LP2M, kampus mulai mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Pertemuan Selasa itu menjadi rapat perdana untuk menyatukan kepentingan kampus, pemerintah, petani, dan generasi muda.

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Gorontalo Utara Suleman Lakoro, Wakil Rektor II UIN Sultan Amai Gorontalo Andi Djufri, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Gorontalo Utara Asri Menu, Ketua LP2M Nova Effenty Muhammad, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Arfan Nusi, Staf Ahli Bupati, Kepala Desa Poso, penyuluh pertanian, Tim Kerja Bupati, serta para petani.

Kepala Dinas TPHP Gorontalo Utara Asri Menu bahkan menyatakan dukungan terhadap pembentukan Brigade Pangan. Bagi pemerintah daerah, program ini sejalan dengan agenda pemerintah pusat untuk memperkuat produksi pangan sekaligus memberi ruang kepada generasi muda untuk masuk ke dunia pertanian. Apalagi menurut Sekda Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, luas sawah di Gorontalo Utara mencapai lebih dari 4.000 hektare. Dinas Pertanian juga menyatakan kesiapan menyiapkan sedikitnya 200 hektare lahan untuk mendukung Brigade Pangan.

Sesuai petunjuk teknis Kementerian Pertanian, Brigade Pangan akan terdiri atas 15 orang berusia 19 sampai 39 tahun. Mereka diharapkan menjadi wajah baru pertanian. Lebih muda, lebih terbuka terhadap teknologi, dan lebih siap mengelola pertanian sebagai pekerjaan yang produktif.

Wakil Rektor II Andi Djufri menjelaskan bahwa alsintan yang nantinya diterima merupakan bantuan untuk UIN Sultan Amai, tetapi pemanfaatannya akan diarahkan kepada masyarakat pertanian melalui Brigade Pangan. Kampus mencoba menyediakan sarana yang bisa dipakai masyarakat untuk bekerja. Konsep seperti ini membuat pengabdian perguruan tinggi terasa lebih konkret.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sultan Amai Gorontalo, Arfan Nusi, yang mendapat tugas dari Rektor untuk membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, menyebut rapat tersebut sebagai pintu awal.

“Pertemuan hari ini setidaknya sudah membuka komunikasi dengan pemerintah daerah. Setelah ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Brigade Pangan,” ujarnya.

Ketua LP2M UIN Sultan Amai Gorontalo Nova Effenty Muhammad berharap proses tersebut berjalan lancar. Ia melihat keseriusan Dinas Pertanian Gorontalo Utara sebagai modal penting. Satu hal yang menurutnya jauh lebih penting dari sekadar bantuan mesin. Anak muda harus menjadi role model. Sebab, kalau pertanian ingin memiliki masa depan, pertanian harus memiliki generasi penerus.

Rapat yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WITA itu berjalan sesuai agenda, dua jam tersebut bisa menjadi awal dari kerja yang jauh lebih panjang. Dan kali ini, UIN Sultan Amai Gorontalo ingin memastikan bahwa anak muda berada di sana.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *