SUSUPONEWS.COM, GORONTALO — Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) menggelar agenda sosialisasi organisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo. Di tengah dinamika politik dan sosial nasional saat ini, LMID hadir memberikan penawaran konkret mengenai arah perjuangan gerakan mahasiswa yang berfokus pada akar rumput.
Dalam pemaparannya, LMID menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai pilar perubahan yang berpihak langsung kepada empat elemen dasar masyarakat: buruh, tani, nelayan, dan kaum miskin kota. Berbeda dengan narasi organisasi ekstra kampus pada umumnya yang sekadar menonjolkan basis ideologi, LMID menggarisbawahi bahwa keberpihakan yang nyata jauh lebih mendesak guna mengarahkan generasi muda dalam memperjuangkan keadilan sosial.
Suasana kegiatan semakin bergemuruh saat Ketua Wilayah LMID, Wahyu Badar, menyampaikan orasi politiknya di hadapan massa mahasiswa. Dengan nada tegas, ia menyerukan semangat kesetaraan yang menjadi prinsip utama dalam tubuh organisasi.
“Ketika kalian bergabung bersama kami, kalian tidak akan berada di belakang kami, ataupun di depan kami. Kita akan berdiri sejajar tanpa ada senior dan junior, tanpa ada si kaya dan si miskin,” ujar Wahyu Badar.
Melalui sosialisasi ini, LMID berharap dapat memantik kesadaran kritis mahasiswa UIN Sultan Amai Gorontalo untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan terlibat aktif sebagai garda terdepan dalam mengawal isu-isu kerakyatan.


















