banner 728x250

Berbagi Kisah Masa Muda, Menteri Pertanian RI Pompa Semangat Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COMGORONTALO —Aula lantai 4 Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo tampak penuh pada Sabtu, 20 Juni 2026. Sekitar 1.500 mahasiswa memadati ruangan sejak acara dimulai pukul 13.00 Wita. Mereka hadir mengikuti silaturahim Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Menteri Amran tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan dan hilirisasi pertanian. Ia juga membagikan kisah perjalanan masa mudanya, dari kehidupan yang penuh keterbatasan, kerja keras hingga patah hati.

banner 325x300

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian mahasiswa. Menteri Amran menceritakan bagaimana ia memulai hidup dari bawah. Ia mengaku lahir dari keluarga kurang mampu dan pernah merasakan kerasnya perjuangan hidup sejak muda.

Ia mengenang masa-masa ketika harus bekerja keras, menjalani pekerjaan kasar, hingga tinggal di Masjid Istiqlal demi mengejar cita-cita. Melalui paparan slide yang ditampilkan, Menteri Amran memperlihatkan jejak perjalanan hidupnya dari titik paling bawah hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian RI.

Di tengah cerita itu, Menteri Amran juga menyelipkan kisah personal yang membuat mahasiswa semakin larut menyimak. Ia bercerita pernah ditinggalkan oleh kekasihnya saat masa muda, ketika rasa sayang masih begitu kuat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian hidup yang ikut membentuk keteguhan dirinya.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Amran memilih bekerja lebih keras. Ia menjadikan pengalaman pahit itu sebagai tenaga untuk bangkit. Lima belas tahun kemudian, jalan hidup membawanya pada keberhasilan. Dari anak muda yang pernah berada di titik sulit, ia berproses menjadi sosok sukses dan dipercaya menjadi pejabat negara.

Kisah tersebut disampaikan sebagai pesan kepada mahasiswa bahwa kegagalan, kehilangan dan penolakan tidak boleh menghentikan langkah. Menurut Amran, masa muda sering mempertemukan seseorang dengan patah hati, tekanan hidup dan keterbatasan. Semua pengalaman itu dapat menjadi bahan bakar untuk membangun masa depan.

Di depan mahasiswa, Menteri Amran menegaskan bahwa keberhasilan tidak lahir dari proses yang mudah. Semua capaian, kata dia, harus diperjuangkan dengan kerja keras, disiplin dan perubahan cara berpikir. “Siapa yang siap menjadi orang kaya?” tanya Menteri Amran kepada ribuan mahasiswa.

Pertanyaan itu langsung disambut riuh oleh mahasiswa. Dari pertanyaan tersebut, Menteri Amran mengajak anak muda untuk berani memiliki cita-cita besar. Baginya, sukses adalah soal kesediaan bekerja keras dan membangun karakter.

Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mengubah pola pikir, membangun disiplin dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, masa depan bangsa membutuhkan generasi muda yang tangguh, berkarakter serta memiliki keberanian menghadapi tantangan.

Menteri Amran juga berpesan kepada para dosen dan pimpinan kampus agar membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang kuat. Pendidikan, kata dia, harus mampu membangun daya tahan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang, Menteri Amran menyampaikan bahwa ia sedang membangun sebuah masjid megah berkapasitas sekitar 30.000 jemaah serta rumah sakit. Ia menegaskan bahwa semua itu dibangun melalui kerja keras, bukan dengan cara meminta-minta atau mengajukan proposal ke banyak pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Amran juga menyampaikan tausiyah ketahanan pangan dengan tema “Urgensi Hilirisasi & Inovasi Terapan Berbasis Ekoteologi.”

Selain mahasiswa, hadir pula jajaran pejabat eselon I dan eselon II Kementerian Pertanian, staf khusus, staf ahli, Direktur Bulog RI, Bupati Gorontalo Utara, Bupati Boalemo, Wakil Bupati Boalemo, Ketua IKA Unhas Dahlan Usman, jajaran rektorat, dosen serta alumni IKA Unhas.

Dalam sambutan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran langsung Menteri Pertanian di kampus IAIN. Menurutnya, kehadiran Menteri Amran menjadi kehormatan besar sekaligus energi baru bagi kampus.

Rektor menegaskan bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo ingin hadir sebagai kampus pembeda di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN lainnya. Salah satu langkah yang sedang diseriusi adalah menjadikan IAIN sebagai kampus PTKIN yang memberi perhatian serius pada hilirisasi pertanian. “IAIN Sultan Amai Gorontalo akan menjadi kampus yang berada di garda terdepan dalam hilirisasi pertanian,” ujar Rektor.

Prof. Ahmad Faisal juga mengaitkan pertanian dengan diskursus keagamaan. Menurutnya, sejarah para Nabi tidak bisa dilepaskan dari narasi alam, pangan, laut, ternak dan pengelolaan kehidupan. Ia mencontohkan kisah Nabi Adam AS yang berkaitan dengan pohon, Nabi Musa AS dengan tongkat yang membelah lautan, Nabi Nuh AS dengan perkapalan yang dapat dibaca dalam konteks mobilitas dan perdagangan, Nabi Yusuf AS dengan tafsir mimpi tentang masa kemarau panjang, Nabi Yunus AS yang berkaitan dengan laut dan ikan, hingga Nabi Muhammad SAW yang pernah menggembala.

Dari titik itulah, kata Rektor, IAIN Sultan Amai Gorontalo melihat hilirisasi pertanian sebagai bagian dari kesadaran spiritual, ekologis dan kemanusiaan.

Selain memberi motivasi kepada mahasiswa, Menteri Amran juga memaparkan agenda besar swasembada pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang bekerja keras menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi target swasembada pangan dalam waktu singkat. Menurut Menteri Amran, kerja-kerja di sektor pertanian harus dilakukan secara serius dan disiplin. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pejabat atau aparat yang tidak bekerja sungguh-sungguh. Terhadap praktik korupsi, ia menyatakan telah melakukan tindakan tegas. “Yang tidak serius, pecat. Yang terbukti korupsi, pidanakan,” tegasnya.

Dalam sesi akhir acara, suasana menjadi lebih mengharukan. Menteri Amran meminta mahasiswa yatim piatu untuk maju ke depan. Sekitar tujuh mahasiswa kemudian berdiri di sampingnya. Kepada mereka, Menteri Amran memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp5 juta. Tiga mahasiswa yang mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi juga mendapat hadiah langsung dari Mentan.

Ada momen lain yang menarik perhatian setelah Menteri Amran menutup pidatonya. Tiba-tiba, suara megafon terdengar dari arah belakang aula. Suara itu cukup keras hingga membuat perhatian seluruh peserta tertuju ke sumber suara. Seorang mahasiswa mengaku tidak mendapat kesempatan bertanya dalam sesi sebelumnya. Menteri Amran kemudian mempersilakannya maju ke depan untuk menyampaikan aspirasi.

Di hadapan Menteri Pertanian, mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasi petani di wilayah Popayato. Ia mengatakan, ada lahan pertanian sekitar lima hektare yang belum tersentuh optimal karena membutuhkan alat berat. Mendengar aspirasi tersebut, Menteri Amran langsung merespons. Ia menyatakan saat ini juga mengirim traktor untuk petani di Popayato, wilayah yang berjarak sekitar enam jam perjalanan dari Kota Gorontalo.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan buku karya Dr. Momy Hunowu, dosen Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo. Buku berjudul “Sepiring Cerita Bersama Jagung-Binthe Molamahu” itu diserahkan langsung oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo kepada Menteri Pertanian RI.

Kunjungan Menteri Pertanian RI ke IAIN Sultan Amai Gorontalo hari itu meninggalkan kesan kuat bagi mahasiswa. Melalui kisah masa mudanya, Menteri Amran mengajak anak muda untuk berani bermimpi, bekerja keras dan membangun masa depan dengan disiplin.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *