banner 728x250

Penemuan Bayi di Kereta Api Sancaka 84B, Kepolisian Lacak Jejak Orang yang Meninggalkannya

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM – Purwakarta – Personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta dan Unit Reskrim Polsek Banjarsari merespons cepat laporan adanya penemuan seorang bayi yang ditinggalkan di dalam ruang toilet Kereta Api Sancaka 84B jurusan Yogyakarta menuju Surabaya Gubeng, pada Sabtu (04/07/2026).

Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh petugas operasional PT Kereta Api Indonesia sekitar pukul 07.20 WIB saat kereta masih melaju di jalur perjalanan. Petugas segera mengambil langkah pencegahan dan melaporkan temuan tersebut ke jalur koordinasi resmi.

banner 325x300

Komunikasi kemudian terjalin dengan Pusat Pengendalian Pelayanan serta petugas di Stasiun Solo Balapan. Begitu kereta tiba di stasiun tersebut sekitar pukul 07.30 WIB, bayi langsung dialihkan ke Pos Kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis awal yang dibutuhkan.

Tim tenaga kesehatan dari Klinik Mediska KAI Solo melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengamatan kondisi tubuh bayi. Berdasarkan hasil penilaian dokter dan bidan, bayi dinyatakan tidak mengalami gangguan kesehatan dan kondisinya cukup stabil.

Pihak manajemen PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta selanjutnya melaporkan dan berkoordinasi dengan kepolisian. Penanganan peristiwa ini diserahkan untuk dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di wilayah hukum Polsek Banjarsari.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo memastikan kebenaran laporan tersebut melalui keterangan yang disampaikan oleh Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, kepada awak media.

Kompol Harno menjelaskan bahwa tim penyidik telah dikerahkan untuk mengumpulkan segala informasi yang ada. Fokus penyelidikan adalah mengetahui identitas serta keberadaan pihak yang diduga telah meninggalkan bayi tanpa tanggung jawab.

Penyelidikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan lokasi kejadian, mendengar keterangan saksi, mengamankan barang bukti, hingga menelusuri rekaman pengawas dan data perjalanan yang dimiliki oleh pihak pengelola kereta api.

Sebagai langkah perlindungan, bayi tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surakarta. Di sana, bayi mendapatkan perawatan medis secara intensif agar kondisinya tetap terjaga dan terpantau setiap saat.

Pihak kepolisian mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Siapa saja yang mengetahui keterangan terkait kejadian ini diminta segera melapor, agar proses hukum berjalan lancar serta mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan hak hidup setiap anak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *