banner 728x250

Ribuan Polopalo Menggema, Gorontalo Tampilkan Budaya di PENAS XVII

"Polopalo harus terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang."

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM – Gorontalo bersiap menampilkan kekayaan budayanya dalam ajang Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo mengambil langkah strategis dengan melibatkan masyarakat secara langsung demi menyukseskan acara berskala nasional tersebut.

‎Salah satu persiapan unggulan yang disiapkan adalah penampilan ribuan alat musik tradisional Polopalo. Pertunjukan massal ini diharapkan dapat mengiringi rangkaian acara sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh tamu yang hadir dari berbagai daerah.

banner 325x300

‎Langkah ini menjadikan PENAS XVII tidak hanya sekadar ajang berkumpulnya para petani dan nelayan. Lebih dari itu, acara ini bertransformasi menjadi panggung strategis untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya leluhur agar tidak punah ditelan zaman.

‎Yang istimewa, keterlibatan masyarakat tidak terbatas sebagai penonton semata. Warga setempat dilibatkan secara aktif sebagai pemain musik, sehingga mereka turut merasakan langsung semangat kebersamaan dalam menjaga identitas daerahnya sendiri.

‎Upaya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. Menurutnya, melibatkan masyarakat dalam kegiatan budaya merupakan wujud nyata dari upaya pelestarian yang berkelanjutan, bukan hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja.

‎“Polopalo harus terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Melalui PENAS XVII yang berskala nasional, musik tradisional khas Gorontalo ini dapat didengar dan diapresiasi oleh masyarakat luas dari seluruh penjuru Indonesia,” ungkap Femmy.

‎Untuk mewujudkan penampilan spektakuler tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan sebanyak 5.000 unit alat musik Polopalo. Persiapan ini dilakukan secara matang agar kualitas dan jumlah peralatan memenuhi standar acara berskala besar.

‎Selain menyiapkan alat, pihak dinas juga menggandeng para pengrajin asal Kabupaten Bonebolango dalam proses pembuatannya. Keterlibatan pengrajin lokal menjadi kunci utama agar keaslian bentuk, bahan, dan suara alat musik tetap terjaga dengan baik.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menegaskan bahwa keterlibatan pengrajin dan masyarakat bukan tanpa alasan. Hal ini sengaja dilakukan agar warga turut merasakan kebanggaan dan semaraknya penyelenggaraan acara yang mengangkat nama daerahnya.

‎Pernyataan tersebut turut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti M. Lahidjun. Ia memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana dan terus dipantau demi mendukung kesuksesan acara yang akan mempromosikan Gorontalo di tingkat nasional.

‎Puncak persiapan ini akan ditampilkan secara meriah pada saat upacara pembukaan. Suara ribuan Polopalo yang dimainkan secara serentak akan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan utama Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII.

‎Penampilan tersebut akan dibawakan oleh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo. Rencananya, pembukaan PENAS XVII akan digelar secara resmi pada tanggal 20 Juni 2026 mendatang.

( Reporter Rolly Maku )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *