SUSUPONEWS.COM – Gorontalo, 24 Juni 2026 – Nama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail kini tercatat dalam sejarah pembangunan daerah. Di masa kepemimpinannya, Gorontalo untuk pertama kali dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026. Ajang akbar petani-nelayan se-Indonesia itu resmi ditutup Rabu 24 Juni 2026 di GOR David Toni Limboto.
Selama 4 hari, 20-24 Juni 2026, “Bumi Hulondalo” berubah jadi pusat perhatian nasional. 38 provinsi hadir, ribuan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, UMKM, hingga investor berkumpul. Dari pembukaan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pameran teknologi pertanian, temu bisnis, hingga Gelar Seni Budaya hingga penutupan oleh presiden, semua rangkaian berjalan sukses.
Bagi Gusnar Ismail, PENAS XVII bukan sekadar seremoni. Ini panggung untuk memuliakan petani-nelayan Gorontalo dan memperkenalkan potensi daerah ke panggung nasional.
“Ini sejarah untuk Gorontalo. Untuk pertama kali Bumi Hulondalo jadi tuan rumah PENAS. Kami buktikan Gorontalo mampu menyelenggarakan event nasional berskala besar dengan baik. Petani-nelayan kita dapat ruang, UMKM naik kelas, pariwisata juga ikut terdongkrak,” tegas Gusnar Ismail .
Gubernur menekankan, suksesnya PENAS XVII adalah kerja kolektif. Pemprov Gorontalo, kabupaten/kota, panitia, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat bahu-membahu menyukseskan acara.
Dampaknya langsung terasa. Transaksi di arena pameran tembus miliaran rupiah. Hotel-hotel penuh. UMKM lokal kebanjiran pembeli. Transfer ilmu dan teknologi pertanian terjadi setiap hari di GOR David Toni.
“PENAS XVII meninggalkan jejak. Infrastruktur kita teruji, SDM kita naik kelas karena punya pengalaman jadi tuan rumah nasional. Ini modal penting Gorontalo ke depan,” lanjut Gusnar.
Keberhasilan ini juga menandai era baru kepemimpinan Gusnar Ismail. Dengan PENAS XVII, Gorontalo resmi masuk peta agenda pertanian nasional. Bumi Hulondalo tak lagi sekadar daerah penyangga, tapi sudah jadi episentrum gerakan petani-nelayan Indonesia.
“Sejarah ini untuk seluruh masyarakat Gorontalo. Mari kita jaga, kita lanjutkan, agar petani-nelayan Gorontalo semakin sejahtera,” tutupnya disambut tepuk tangan ribuan pengunjung.
PENAS XVII 2026 resmi berakhir, tapi sejarah yang ditorehkan Gusnar Ismail di Bumi Hulondalo akan terus dikenang


















