SUSUPONEWS.COM – BONE BOLANGO – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Langkah ini menjadi bukti perhatian nyata pemerintah pusat terhadap proyek infrastruktur strategis nasional yang diharapkan mengubah wajah pertanian di kawasan timur Indonesia.
Rombongan Wapres disambut resmi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo , Bupati Bone Bolango, unsur Forkopimda, serta jajaran pimpinan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Di lokasi, peninjauan dilakukan secara teliti mulai dari struktur tubuh bendungan, bangunan pengambilan air, saluran pembuangan luapan, hingga jaringan irigasi utama yang akan menyalurkan persediaan air menuju hamparan lahan pertanian masyarakat.
Dalam penjelasannya di hadapan para pejabat dan petani setempat, Gibran menilai Bendungan Bulango Ulu bukan sekadar bangunan raksasa, melainkan fondasi ketahanan pangan yang nyata. Menurutnya, seluruh potensi bendungan baru akan terasa manfaatnya jika sistem pengairan berjalan sempurna tanpa hambatan.
“Proyek ini besar skalanya. Jika saluran irigasi terhubung sampai ke ujung lahan, puluhan ribu hektare sawah di Bone Bolango dan wilayah sekitarnya akan mendapat pasokan air stabil sepanjang tahun. Petani tak lagi harus menunggu turun hujan untuk menanam. Di situlah letak ketahanan pangan sesungguhnya,” tegas Wapres.
Lebih jauh, Gibran mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak berhenti saat konstruksi rampung. Pengelolaan berkelanjutan, pendampingan teknis, serta akses pasar yang menguntungkan menjadi syarat agar hasil panen melimpah berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. “Membangun bendungan itu langkah awal; tantangan sesungguhnya memastikan air sampai ke sawah, petani menguasai cara bercocok tanam yang tepat, produksi meningkat, dan harga jual terjamin. Ini tanggung jawab bersama pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan tenaga penyuluh lapangan,” tambahnya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut kunjungan kerja tersebut sebagai dorongan semangat baru bagi seluruh lapisan masyarakat pertanian. Ia menegaskan Pemprov Gorontalo berkomitmen menjamin kelancaran dan optimalisasi fungsi bendungan—terutama menjelang Provinsi Gorontalo ditunjuk sebagai tuan rumah Perhelatan Akbar Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) Tani‑Nelayan XVII yang berlangsung pada Juni 2026.
“Kehadiran Wakil Presiden memberikan energi luar biasa bagi petani kami. Bendungan Bulango Ulu adalah bukti negara hadir di tengah masyarakat. Tugas kami di daerah adalah merampungkan jaringan irigasi tingkat lanjut, memantapkan kelompok tani, serta memastikan komoditas unggulan kami bernilai ekonomi tinggi. Semua persiapan ini kami selaraskan dengan jadwal PENAS agar momentumnya saling menguatkan,” papar Gusnar.
Ia juga menargetkan Bendungan Bulango Ulu menjadi etalase keberhasilan pembangunan nasional saat ribuan delegasi petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Gorontalo nanti. “Keberhasilan pengelolaan bendungan ini bisa menjadi model yang direplikasi daerah lain demi memperkuat swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Secara teknis, bendungan ini dibangun dengan tiga fungsi utama: menyuplai air irigasi pertanian, menahan debit air Sungai Bulango guna mencegah banjir, serta menjamin ketersediaan air baku bagi kebutuhan warga. Berkat kapasitas tampungan yang besar, lahan tadah hujan yang dulunya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun diproyeksikan mampu berproduksi dua hingga tiga kali setiap tahunnya. Hal ini berpotensi mendongkrak hasil panen gabah, jagung, dan beragam tanaman pangan lainnya secara signifikan.
Suasana harap‑harap cemas namun penuh antusiasme tampak dari para petani yang turut menyambut rombongan Wapres. Bagi mereka, bendungan ini adalah jawaban atas penantian panjang akan kepastian pasokan air.
“Sudah bertahun‑tahun kami berharap ada jaminan air irigasi. Kalau bendungan ini beroperasi penuh, kami bisa menanam lebih awal, panen lebih sering, dan hasilnya lebih banyak. Terima kasih kepada Bapak Wapres dan Bapak Gubernur yang terus memperjuangkan nasib kami,” ujar salah satu ketua kelompok tani di wilayah Bulango Ulu.
Kunjungan Wapres Gibran sekaligus menjadi penanda persiapan akhir jelang PENAS XVII Gorontalo 2026. Nantinya, Bendungan Bulango Ulu akan masuk dalam daftar lokasi studi banding bagi para peserta perhelatan. Berkat dukungan kuat pemerintah pusat dan keseriusan pemerintah daerah, infrastruktur raksasa ini diproyeksikan tumbuh menjadi lumbung air sekaligus lumbung pangan baru yang kokoh bagi Gorontalo dan seluruh kawasan timur Indonesia.
(Rolly Maku)


















