SUSUPONEWS–– Gorontalo – Menjelang gelaran akbar Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Provinsi Gorontalo tepatnya di Kabupaten Gorontalo, sorotan tidak hanya tertuju pada kesiapan tempat dan panitia, tetapi juga pada peran unik yang diemban Ikatan Pengemudi Bentor (IPB). Sebagai transportasi tradisional yang menjadi ciri khas daerah ini, ribuan pengemudi bentor bersatu berjanji tampil terbaik, bertekad menjadi wajah pertama keramahan masyarakat Gorontalo bagi ribuan tamu yang akan datang dari seluruh penjuru Indonesia.
Langkah nyata telah digerakkan sejak bulan-bulan terakhir ini. Ketua IPB Provinsi Gorontalo, Yasin Abdullah, mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak tinggal diam. Seluruh anggota yang tersebar di kabupaten dan kota bertekad untuk menjadikan momen besar ini sebagai kebanggaan bersama. Bagi mereka, PENAS XVII bukan sekadar acara biasa, melainkan panggung emas untuk membuktikan bahwa bentor bukan sekadar alat angkut, melainkan bagian dari identitas budaya Gorontalo.
“Kami sadar betul, tamu yang datang ke sini pasti ingin merasakan pengalaman yang berbeda, termasuk merasakan naik bentor. Maka dari itu, lebih dari 1000 anggota kami sudah kami persiapkan mental dan pelayanannya. Kami berkomitmen memberikan tarif yang wajar, pelayanan yang sopan, dan menjaga keamanan setiap penumpang. Kami tidak ingin ada satu pun kejadian buruk yang mencoreng nama baik daerah kami,” tegas Yasin Abdullah
Lebih jauh, Yasin menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus pengawas dan penanggung jawab di titik-titik strategis lokasi acara. Hal ini dilakukan agar mobilitas peserta tetap lancar, tertib, dan para pengemudi tetap menjaga etika berlalu lintas. Menurutnya, keberhasilan PENAS XVII juga akan dinilai dari kenyamanan yang dirasakan tamu sejak mereka turun hingga kembali pulang.
Sementara itu, Humas IPB, Bayu Abdul Madjid, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan organisasi jauh melampaui sekadar kesiapan mengangkut penumpang. IPB memandang tugas ini sebagai amanah besar di mana setiap pengemudi berperan sebagai ‘duta kecil’ pariwisata.
“Kami ingin tamu yang datang nanti tidak hanya pulang membawa ilmu dari acara PENAS, tapi juga membawa kenangan indah saat berinteraksi dengan kami. Pengemudi bentor adalah orang yang paling banyak berinteraksi langsung dengan peserta. Kalau kami ramah dan membantu, maka kesan yang tertinggal tentang Gorontalo pun akan positif. Ini tanggung jawab kami bersama untuk memajukan nama daerah,” jelas Bayu Abdul Madjid.
Koordinasi intensif antara IPB dengan pemerintah daerah serta panitia penyelenggara terus dilakukan untuk menyelaraskan jadwal dan kebutuhan teknis. Sinergi ini diharapkan mampu memaksimalkan peran transportasi lokal sekaligus mendongkrak ekonomi masyarakat kecil selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dengan kesiapan yang matang dan semangat yang membara, IPB siap menjadi salah satu kunci keberhasilan PENAS XVII. Di tangan para pengemudi bentor, tradisi dan keramahan Gorontalo siap ditampilkan ke kancah nasional, membuktikan bahwa kekuatan masyarakat adalah modal terbesar dalam menyukseskan sebuah perhelatan akbar.


















