banner 728x250

TPA Talumelito Mendekati Batas Kapasitas,Walid M. Ali: Jangan Menambah Tumpukan,Ubah Sistem Pengelolaan.

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM – GORONTALO – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito dilaporkan semakin menipis dan diperkirakan akan mencapai titik penuh dalam waktu dekat. Situasi ini memicu kekhawatiran serius dari kalangan pemerhati lingkungan di Kota Gorontalo.

‎Ketua DPD Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPLH) Nata Buana Lestari Kota Gorontalo, Walid M. Ali, menyikapi hal tersebut dengan serius. Menurutnya, peringatan mengenai kapasitas TPA Talumelito yang hampir penuh bukan sekadar isu teknis, melainkan sinyal bahwa pola pengelolaan sampah selama ini sudah tidak lagi berkelanjutan.

‎“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan TPA sebagai satu-satunya solusi. Lahan terbatas, tetapi produksi sampah terus bertambah setiap hari. TPA Talumelito yang hampir penuh adalah pengingat bahwa cara kita memperlakukan sampah harus segera diubah,” ujar Walid M. Ali saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

‎Walid menegaskan, masalah utama bukanlah sempitnya lahan pembuangan, melainkan belum adanya sistem pemilahan dan pengurangan sampah yang kuat di tingkat masyarakat. Selama sampah organik dan anorganik masih dikirim secara bercampur ke TPA, maka setiap perluasan pun akan cepat terisi.

‎“Yang paling mendesak saat ini bukan mencari lokasi TPA baru atau sekadar memperluas yang lama, melainkan membangun sistem pengurangan sampah dari sumbernya. Di sinilah peran TPS 3R dan pemilahan di rumah menjadi sangat krusial,” jelasnya.

‎Ia meminta pemerintah daerah untuk mempercepat penyusunan perencanaan teknis jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada penampungan sampah, tetapi juga pada pengurangan volume sampah sebelum dikirim ke TPA.

‎“Kami mendukung langkah Komisi III DPRD yang mendesak penyusunan DED untuk TPA Talumelito. Namun dokumen itu harus disertai strategi pengurangan sampah yang nyata. Tanpa itu, TPA baru apa pun akan bernasib sama,” tegas Walid.

‎Lebih lanjut, Walid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai berpartisipasi aktif dalam memilah sampah sejak dari rumah. Ia menekankan bahwa peran warga sangat menentukan keberhasilan penanganan sampah di Kota Gorontalo.

‎“Pemerintah bisa menyediakan fasilitas, tetapi jika masyarakat belum berubah perilaku, maka masalah ini tidak akan selesai. Mari kita mulai dari hal sederhana: pisahkan sampah organik dan anorganik. Itu langkah awal yang sangat berarti,” ucapnya.

‎LPLH Nata Buana Lestari Kota Gorontalo juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam sosialisasi dan edukasi lingkungan kepada masyarakat luas, guna mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Talumelito.

‎“Kami siap bermitra dengan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai masalah ini hanya menjadi beban satu pihak saja,” tambahnya.

‎Walid berharap kesadaran kolektif tumbuh semakin kuat, sehingga TPA Talumelito tidak terus-menerus dipacu mendekati batas kritisnya. “Mari kita jaga Gorontalo. Sampah yang dikelola benar bukan beban, melainkan sumber daya yang bermanfaat,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *