SUSUPONEWS.COM, BOALEMO — Rencana pelaksanaan pasar malam di Lapangan Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kembali mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa Masruh Punuh. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Polres Boalemo serius mengawasi kegiatan tersebut, khususnya terhadap potensi adanya praktik perjudian yang berkedok adu ketangkasan.
Pasar malam yang akan segera dilaksanakan di lapangan bongo 2 oleh pihak GGC terinformasi akan melaksanakan judi berkedok ketangkasan. Hal itu sesuai dengan fakta, bahwa setiap acara pasar malam di beberapa wilayah Gorontalo yang di selenggarakan oleh GGC selalu mengahadirkan judi tersebut.
Masruh menegaskan, pasar malam semestinya menjadi ruang hiburan dan aktivitas ekonomi masyarakat, bukan justru menjadi tempat berlangsungnya permainan yang mengandung unsur perjudian.
“Polres Boalemo dan Pemda harus jeli. Jangan hanya memberikan izin, tetapi setelah itu lepas tangan terhadap aktivitas yang berlangsung di lapangan. Jika ditemukan permainan yang mengandung unsur perjudian, harus segera ditindak dan tutup pasar malam tersebut,” tegas Masruh.
Menurutnya, penggunaan istilah adu ketangkasan tidak boleh menjadi celah untuk melegalkan aktivitas yang pada praktiknya mengandung taruhan dan keuntungan berbasis permainan.
Masruh juga mendesak Pemda Boalemo dan polres boalemo agar lebih selektif dalam memberikan izin serta meminta Polres Boalemo melakukan pengawasan langsung selama kegiatan dilaksanakan.
“Jangan sampai pemerintah memberikan izin untuk hiburan, tetapi kemudian perjudian dibiarkan berjalan. Kami akan mengawal persoalan ini. Jika ditemukan adanya unsur perjudian, Polres dan Pemda Boalemo harus berani mengambil tindakan tegas, bukan justru membiarkannya,” tutup Masruh.








