SUSUPONEWS – PALU (Sulteng). – Peristiwa berdarah terjadi di kawasan Jalan Tombolotutu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun Facebook Putra. Togian Islands.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, seorang anggota Provos Polda Sulawesi Tengah diduga terlibat dalam insiden dengan dua orang juru parkir. Peristiwa yang disebut berawal dari cekcok tersebut kemudian diduga berkembang menjadi pengeroyokan dan serangan menggunakan senjata tajam.
Menurut informasi yang beredar, insiden terjadi sekitar pukul 21.10 WITA di depan salah satu supermarket di kawasan Jalan Tombolotutu.
Anggota polisi tersebut dilaporkan mengalami luka serius akibat dugaan sabetan senjata tajam. Bahkan, salah satu jari tangannya, yakni jari kelingking, dilaporkan putus.
Dalam kondisi tersebut, anggota polisi diduga melepaskan tembakan yang mengenai salah seorang juru parkir. Korban kemudian dilaporkan dilarikan ke RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang beredar juga menyebut korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh. Namun, detail mengenai jumlah korban, jenis luka, serta kondisi terakhir masing-masing pihak masih memerlukan konfirmasi resmi.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi serta keterangan saksi menjadi bagian penting dalam proses pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian.
Terkait informasi bahwa penembakan dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri atau noodweer, hal tersebut juga belum dapat disimpulkan secara hukum sebelum seluruh fakta dan barang bukti diperiksa.
Penentuan apakah suatu tindakan memenuhi unsur pembelaan diri harus berdasarkan hasil penyelidikan dan fakta yang terungkap dalam proses hukum.
Berita ini dilansir dari unggahan akun Facebook Putra. Togian Islands. Informasi dalam unggahan tersebut masih merupakan informasi awal dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu keterangan resmi aparat penegak hukum mengenai kronologi dan perkembangan kasus tersebut.
laporan : Ahmad Tuliabu
















