banner 728x250

Bahas Modus Penipuan Love Scamming, Polri Gelar Dialog Penguatan Kapasitas Hadapi Kejahatan Siber

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM – JAKARTA – Perkembangan teknologi yang pesat turut membuka peluang munculnya jenis-jenis kejahatan baru di dunia maya. Menyikapi hal tersebut, Polri bergerak memperkuat kemampuan internal melalui Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 yang berlangsung secara hybrid di Jakarta Selatan pada Selasa (04/08/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema khusus penanganan tindak pidana love scamming sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas lembaga dalam menghadapi beragam modus kejahatan digital yang kian kompleks.

banner 325x300

Inisiasi kegiatan ini datang dari Divisi Humas Polri yang menaruh perhatian besar terhadap penguasaan wawasan baru oleh jajaran kepolisian. Sasaran utama peningkatan kemampuan ini adalah para penyidik dan personel agar tidak tertinggal dari strategi yang digunakan pelaku kejahatan di ruang siber.

Khususnya pada jenis penipuan berkedok kasih sayang atau love scamming, pola tindak pelaku diketahui terus berubah dan semakin canggih seiring berjalannya waktu.

Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, menyampaikan bahwa tantangan kejahatan digital adalah tanggung jawab bersama. Kemajuan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus peluang kejahatan menuntut kesigapan seluruh pihak, tidak terbatas pada lembaga kepolisian saja.

“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” ungkap Hadi.

Dialog ini juga ditujukan untuk membekali para penyidik dengan wawasan dan kompetensi yang lebih luas. Pemahaman yang mendalam diharapkan melahirkan respons yang cepat, tepat, dan profesional dalam menangani setiap perkara kejahatan digital yang masuk.

“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik, baik pengetahuan maupun wawasan, dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” tambahnya.

Guna melengkapi pembahasan dari berbagai sudut pandang, Divisi Humas Polri menghadirkan narasumber berkompeten. Mereka berasal dari Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik. Gabungan keahlian ini menjadikan pembahasan menyeluruh, mencakup aspek hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis.

Pada akhirnya, Polri menaruh harapan besar agar dialog ini membawa dampak nyata. Kesiapan personel dalam menghadapi kejahatan digital terus ditingkatkan, sekaligus mempererat kerja sama antarpihak demi mewujudkan lingkungan digital yang aman dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kejahatan siber.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *