SUSUPONEWS – KOTA GORONTALO — Peringatan Hari Lapisan Ozon Sedunia, 16 September, menjadi momentum berharga untuk membangkitkan kepedulian generasi muda terhadap bumi. Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPLH) Nata Buana Lestari Kota Gorontalo resmi meluncurkan program “Goes to School” dengan mengusung tema “Jaga Bumi, Lestarikan Lingkungan Hidup”, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan perdana ini digelar di SMP Negeri 16 Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo, sebagai pintu gerbang sebelum program serupa menyasar seluruh jenjang pendidikan — SD, SMP, hingga SMA — di seantero wilayah Kota Gorontalo.
Ketua DPD LPLH Nata Buana Lestari Kota Gorontalo, Walid M. Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada para pelajar, yang merupakan penerus masa depan bumi.
“Inilah langkah pertama kami. SMP Negeri 16 menjadi lokasi perdana, dan selanjutnya kami akan berkeliling ke sekolah-sekolah lain agar pesan pelestarian lingkungan menjangkau lebih luas,” ujar Walid.
Ia menambahkan, pelaksanaan program ini berjalan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Gorontalo dalam hal ini dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo. Peran serta seluruh pihak dinilai sangat penting, karena menjaga bumi bukan semata-mata tugas pemerintah atau lembaga lingkungan, melainkan tanggung jawab setiap orang.
“Menjaga kelestarian bumi bukan hanya kewajiban pemerintah atau lembaga tertentu, melainkan amanah seluruh masyarakat. Mari kita mulai peduli dari hal-hal sederhana di sekitar kita,” imbau Walid.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi edukasi yang dikemas secara menarik, mencakup fungsi dan peran vital lapisan ozon bagi kehidupan, ancaman penipisan lapisan ozon, hingga langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan sehari-hari untuk melindunginya.
Tujuannya jelas: membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar tidak hanya memahami pentingnya lingkungan, tetapi juga berani bertindak melindunginya
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 16, Tresmina Paputungan, menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia menyampaikan terima kasih karena sekolahnya dipercaya menjadi lokasi pertama pelaksanaan program ini.
Tresnawati mengungkapkan, pihak sekolah akan segera menindaklanjuti materi yang diberikan, salah satunya dengan mengembangkan sistem pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
“Kami berharap edukasi ini tidak berhenti di sini. Para siswa membawa pulang kesadaran ini ke keluarga. Sampah yang dipilah dapat dikelola hingga bernilai ekonomi, sehingga kepedulian lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Dengan berakhirnya kegiatan perdana ini, diharapkan peringatan Hari Ozon Sedunia tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi awal perubahan nyata: generasi muda yang sadar, peduli, dan turut menjaga bumi untuk masa depan.

















