banner 728x250
Berita  

Aliansi September Gelap Gelar Aksi di DPRD Tolitoli, PMII Tegaskan Kawal Tuntutan hingga Tuntas

banner 120x600
banner 468x60

SUSUPONEWS.COM, TOLITOLI – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam gerakan September Gelap menggelar aksi damai di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Senin (21/9/2026). Aksi ini menjadi bentuk seruan kritis terhadap berbagai persoalan mendesak yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut.

Kehadiran massa mahasiswa dalam aksi kali ini membawa sejumlah tuntutan strategis yang menyentuh berbagai aspek pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Mulai dari masalah distribusi bahan bakar minyak (BBM), pengawasan tata kelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga persoalan perubahan desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi poin utama yang diperjuangkan.

Selain itu, aliansi juga menyoroti aktivitas alat berat yang diduga digunakan dalam kegiatan pertambangan tanpa izin atau tambang ilegal yang semakin marak. Persoalan pembayaran gaji tenaga honorer yang tertunda, penanganan pascabencana yang belum optimal, serta permintaan evaluasi kinerja terhadap lembaga legislatif setempat pun turut disampaikan dalam aksi tersebut.

Suasana aksi berlangsung tertib dan kondusif, diiringi pembacaan pernyataan sikap serta penyampaian orasi oleh perwakilan elemen mahasiswa. Massa menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan bukan sekadar keluhan semata, melainkan cerminan aspirasi yang tumbuh dari keresahan luas masyarakat Tolitoli.

Setelah serangkaian orasi selesai, perwakilan Aliansi September Gelap kemudian dipersilakan masuk ke ruang sidang untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Pertemuan ini berlangsung bersama sejumlah anggota DPRD Tolitoli serta perwakilan dari dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

Dalam forum tertutup tersebut, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memaparkan secara rinci fakta, data, serta bukti-bukti yang menjadi dasar setiap tuntutan yang dibawa. Pihak legislatif dan dinas teknis pun mendengarkan dengan saksama penjelasan yang disampaikan oleh perwakilan aliansi.

Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tolitoli, Ferdiansyah, hadir langsung dalam aksi maupun jalannya RDP tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran PMII merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menjadi jembatan suara masyarakat kepada pemerintah daerah.

Ferdiansyah menegaskan komitmen kuat bahwa PMII bersama seluruh elemen yang tergabung dalam Aliansi September Gelap tidak akan berhenti sampai di sini. Seluruh tuntutan yang telah disampaikan hari ini akan terus diawasi dan dikawal secara berkelanjutan hingga mendapatkan kejelasan tindak lanjut.

“Kami tidak menuntut hal yang mustahil, kami hanya memastikan hak masyarakat terpenuhi dan pengelolaan daerah berjalan dengan transparan serta akuntabel. Jika tidak ada respon nyata, kami siap kembali turun ke jalan,” ujar Ferdiansyah dengan tegas seusai pertemuan.

Pihak DPRD dan dinas terkait berjanji akan mencatat dan menindaklanjuti setiap poin yang disampaikan dalam waktu sesingkat mungkin. Aliansi September Gelap pun berharap janji yang disampaikan bukan sekadar kata-kata, melainkan diwujudkan dalam kebijakan dan perbaikan nyata bagi kemajuan Kabupaten Tolitoli.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *