SUSUPONEWS.COM – BONE BOLANGO, 8/9/2026 – Dampak nyata kemarau panjang yang melanda Gorontalo kini terasa menyengat di kantong masyarakat. Harga rica di Pasar Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp200.000 per kilogram pada Selasa (8/9/2026).
Kenaikan harga yang tergolong ekstrem ini langsung dirasakan oleh para pembeli maupun pedagang di pasar tradisional setempat. Pantauan di lapangan menunjukkan, musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan menjadi pemicu utama anjloknya produktivitas pertanian lokal.
Pasokan Rica dari petani lokal mengalami penurunan tajam akibat kekeringan parah dan risiko gagal panen. Kondisi ini memicu hukum pasar: ketersediaan barang yang langka tidak mampu mengimbangi permintaan masyarakat yang tetap tinggi.
Keresahan ini disampaikan langsung oleh Yarton Malik, salah satu pedagang di Pasar Tombulilato. Ia mengakui kenaikan harga ini sangat membebani sekaligus memengaruhi perputaran dagangannya.
“Benar sekali, harga cabai rica sekarang melonjak tajam. Pasokan dari petani makin sedikit karena ladang kering kena kemarau panjang. Kami pedagang pun terpaksa ikut menaikkan harga, padahal pembeli makin sepi mengeluh,” ujar Yarton Malik saat ditemui awak media di lokasi pasar.
Situasi pelik ini turut memicu keluhan mendalam dari warga. Harga yang melambung dinilai sangat memberatkan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Masyarakat dan pedagang pun berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera turun tangan. Diperlukan langkah nyata seperti operasi pasar murah atau pengadaan pasokan dari daerah lain guna menekan harga dan menstabilkan kembali ketersediaan cabai di pasar.

















