SUSUPONEWS.COM, Kota Gorontalo – Hubungan emosional dan historis antara civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, kembali mengemuka dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada Jumat (4/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, kampus secara resmi menyerahkan apresiasi dan penghargaan khusus atas kontribusi serta kepemimpinan inovatif sang Gubernur bagi dunia pendidikan di Gorontalo.
Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Ahmad Faisal, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk pengakuan atas peran krusial Gusnar Ismail dalam mengawal perjalanan panjang alih status lembaga perguruan tinggi Islam tersebut. Ahmad Faisal menegaskan adanya ikatan emosional (chemistry) serta fisik yang sangat kuat antara civitas akademika dengan sosok Gubernur.
Rekam jejak kepemimpinan Gusnar Ismail dinilai sangat melekat dengan setiap babak transformasi kampus. Pada tahun 2004, saat ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Amai Gorontalo berhasil naik status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Kini, selang 22 tahun kemudian, di bawah kepemimpinannya sebagai Gubernur, lembaga keagamaan tersebut kembali mencatatkan sejarah baru dengan bertransformasi penuh menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo.
Acara penandatanganan kerja sama dan penganugerahan penghargaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Selain memperkuat jejaring akademis dan pembinaan ideologi kebangsaan, momentum ini menjadi bentuk penghormatan institusi terhadap para tokoh daerah yang konsisten memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan sumber daya manusia di Gorontalo.

















